Profil Desa Kebon Agung

Mengenal lebih dekat sejarah, visi, dan struktur Desa Kebon Agung.

Identitas Desa

Nama Desa
Kebon Agung
Kode Desa
6404130007
Kepala Desa
Bambang Eko Prasetyo
Kecamatan
Rantau Pulung
Kabupaten
Kabupaten Kutai Timur
Provinsi
Kalimantan Timur
Domain Resmi
desakebonagung.kutaitimurkab.go.id

Visi

Visi
“Terwujudnya Warga Desa Kebon Agung Yang Sejahtera berbasis Agribisnis dan UMKM”

Misi

Misi
  1. Mengembangkan Potensi Masyarakat untuk mewujudkan Ekonomi Mandiri
  2. Meningkatkan SDM Masyarakat dalam Sektor Agribisnis dan UMKM
  3. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Masyarakat yang berdaya saing
  4. Mewujudkan masyarakat yang berkualitas, berakhlaq dan Berbudaya
  5. Meningkatkan usaha Agribisnis dan UMKM Masyarakat

Sejarah

Sejarah Desa Kebon Agung
Desa Kebon Agung, yang pada awalnya dikenal sebagai Satuan Pemukiman (SP) VII,
merupakan kawasan eks-transmigrasi yang mulai ditempati pada November 1996. Berdasarkan data
monografi awal tahun 1997 di bawah kepemimpinan Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi (KUPT)
Suyana, desa ini awalnya memiliki luas lahan 1.319 hektar. Setiap Kepala Keluarga (KK) transmigran
mendapatkan alokasi lahan seluas 2 hektar, yang terbagi atas 0,5 hektar lahan pekarangan, 0,5 hektar
Lahan I, dan 1 hektar Lahan II. Pada masa awal penempatan, terdapat 300 KK yang berasal dari
berbagai latar belakang suku, di antaranya Suku Jawa Tengah (95 KK), Jawa Timur (80 KK), Jawa Barat
(65 KK), dan Sasak Lombok (60 KK).
Proses administrasi desa mulai berkembang pada tahun 1998 ketika Departemen
Transmigrasi secara resmi menyerahkan wilayah ini kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten
Kutai Timur. Statusnya kemudian berubah menjadi Desa Persiapan dengan nama Desa Kebon Agung
di bawah kepemimpinan Siswo Subroto sebagai Penjabat (PJ) Kepala Desa pertama. Nama "Kebon
Agung" sendiri dipilih sebagai representasi dari kesuburan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan
warga, dengan harapan agar desa ini mampu menjadi wilayah yang mandiri serta mencapai
swasembada di bidang pertanian dan perkebunan.
Seiring berjalannya waktu, wilayah Desa Kebon Agung mengalami perluasan yang signifikan.
Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menambah luas wilayah desa sebesar ± 11.307
hektar, sehingga total luas administratif Desa Kebon Agung saat ini mencapai ± 12.626 hektar.
Secara politis, dinamika kepemimpinan desa dimulai melalui pemilihan kepala desa (Pilpades)
pertama pada tahun 1999. Berikut adalah ringkasan perjalanan kepemimpinan di Desa Kebon Agung:
• Sutrisno (1999–2000): Kepala Desa terpilih pertama.
• Suroso (2000): Menjabat selama ± 6 bulan.
• Aris Sofian (2000–2003): Menjabat selama ± 3,5 tahun.
• Bambang Eko Prasetyo (2004–2013): Menjabat sebagai Kepala Desa definitif selama dua
periode. Di tengah masa jabatannya pada tahun 2007, kepemimpinan sempat diambil alih
sementara oleh PJ Kodikin selama 6 bulan akibat dinamika sosial, sebelum akhirnya beliau
dilantik kembali.
• Suwanan (2014–2019): Terpilih untuk periode kepemimpinan berikutnya.
• Edy Irawan, SP.i (2020–2021): Menjabat sebagai Penjabat (PJ) Kepala Desa.
• Bambang Eko Prasetyo (2022–2027): Kembali terpilih dan menjabat sebagai Kepala Desa
definitif untuk periode saat ini.